Sebelum mengalami fase menstruasi atau pengelupasan sel-sel dinding rahim hingga keluarnya darah, maka endometrium atau lapisan yang ada di dalam rahim umumnya akan mengalami penebalan, sebelum nantinya luruh ketika tidak ada zigot atau calon janin yang menempel disana. Hanya saja dalam beberapa kondisi, khususnya adalah mereka yang terkena endometriosis, maka terbentuk endometrium atau lapisan tersebut di luar rahim dan lapisan ini tidak dapat meluruh seperti kasus normal menstruasi. Bahkan sering kali menimbulkan beberapa keluhan seperti diantaranya adalah rasa nyeri berlebihan sampai dengan resiko ketidaksuburan.

Hal inilah yang mengharuskan penderitanya untuk segera melakukan pengobatan, sehingga tidak berangsur-angsur parah. Tidak perlu khawatir karena nyatanya ada banyak sekali alternatif obat endometriosis tanpa operasi yang dapat Anda jadikan sebagai pilihan untuk mengatasi kondisi tersebut. Pastikan memilih yang aman dan direkomendasikan oleh dokter, berikut ini diantara alternatif pengobatan yang bisa Anda gunakan, yaitu:

  1. Menggunakan obat pereda nyeri, guna mengatasi gejala yang disebabkan oleh endometriosis ini sendiri, maka nantinya Anda bisa mengonsumsi obat-obatan untuk pereda nyeri, seperti diantaranya adalah ibuprofen, kemudian juga napxoren dan sejenisnya, obat semacam ini nantinya dapat sedikit mengurangi nyeri pada penderita endometriosis ketika sedang haid atau menstruasi. Anda bisa mendapatkannya secara mudah di apotek terdekat, tentunya dengan menggunakan resep dari dokter untuk lebih amannya.
  2. Memakai kontrasepsi hormon, diantara beberapa jenis obat yang kerap digunakan untuk mengatasi masalah endometriosis ini adalah dengan pil KB, kemudian juga patch hingga cincin vagina. Ini adalah sarana yang dapat digunakan untuk mengurangi atau menghambat proses penebalan pada jaringan setiap bulannya. Bahkan beberapa wanita yang menggunakannya merasa bahwa haid mereka terasa jauh lebih ringan dan juga sebentar setelah memakainya.
  3. Terapi progestin, terapi ini dilakukan dengan mengandalkan hormon progestin seperti namanya, dijalankan dengan beberapa prosedur seperti diantaranya adalah implan maupun dengan suntikan untuk meredakan gejala yang terkait dengan endometriosis. Bagi beberapa penderitanya cara yang satu ini juga terbukti efektif untuk meringankan masalah endometriosis mereka, apalagi saat sedang haid.
  4. Danazol, jenis pengobatan yang satu ini dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan jaringan endometrium tersebut, diantaranya adalah dengan menghalangi produksi hormon perangsang ovarium, juga digunakan untuk mencegah menstruasi dan juga dapat meringankan gejala yang disebabkan oleh endometriosis tersebut. Pengobatan yang satu ini tidak disarankan kepada wanita yang sedang hamil. Karena memang kedepannya bisa menyebabkan efek samping yang cukup serius terhadap janin yang sedang dikandung.
  5. Pemakaian obat-obatan herbal, alternatif lainnya yang memang lebih banyak dipilih oleh masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan semacam ini adalah dengan menggunakan obat-obatan herbal. Apalagi memang ada banyak sekali diantara bahan-bahan alami yang cukup efektif untuk mengatasi kondisi semacam ini. begitu juga di pasaran nyatanya juga terdapat beragam obat herbal yang dijual untuk bisa meringankan gejala endometriosis dan juga mencegah penebalan lapisan yang ada di bagian luar rahim tersebut.

Itulah setidaknya ada beberapa jenis obat endometriosis tanpa operasi yang bisa dijadikan sebagai pilihan untuk mengatasi penyakit Anda tersebut. Ingat jangan sepelekan kondisi yang semacam ini. karena bagaimanapun ternyata endometriosis ini juga kerap kali disertai dengan gejala-gejala yang kurang menyerang, rasa sakit berlebihan saat menstruasi tentunya akan sangat menganggu rutinitas sehari-hari Anda bukan.